Indonesia: Disorientasi, Distrust, dan Tidak Saling Percaya

sihitamspeak

Sebagai calon Sarjana Hukum tentu Saya miris melihat fakta keadaan yang ada saat ini. Hukum tidak lagi dipercaya sebagai panglima yang ampuh untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kaum-kaum yang memiliki orientasi terhadap uang semakin merajalela dan membuat keruh negeri ini, segala cara dihalalkan untuk menebus semuanya.

9 Juli 2014 yang lalu kita menghadapi yang katanya “Pesta Demokrasi” dengan menghadirkan dua pasang calon presiden dan wakilnya. KPU sudah menetapkan pasangan nomor urut dua, Joko Widodo dan Muh. Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang. Namun di kubu seberang, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tak lantas menerima hasil keputusan KPU tersebut dan memilih untuk walk out dari ruangan pembacaan hasil Pemilu oleh KPU.

Selang beberapa hari dari pembacaan itu Kubu Prabowo-Hatta membawa sengketanya ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK). Berita terakhir (up date-an 7 Agustus 2014), Kubu Prabowo akan siap menghadirkan puluhan ribu saksi untuk mendukung gugatannya (fokus.news.viva.co.id/news/read/526872-sidang-sengketa-pilpres-dimulai)

Berbicara…

View original post 631 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s