Penerbangan MH17 – Imperialisme dan Seni Kemunafikan

Bumi Rakyat

Kematian dari hampir 300 laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah di penerbangan Malaysia airline telah mengagetkan dunia. Saat menghilang dari radar, penerbangan MH17 dari Amsterdam ke Kuala Lumpur sedang melintasi daerah yang terkena konflik. Total 283 penumpang, termasuk 80 anak-anak, dan 15 awak pesawat tengah berada di dalamnya.

Para penduduk desa Ukraina dari Rassypnoye, yang merupakan wilayah jatuhnya Malaysia Airline, melihat “orang-orang jatuh dari langit”. Salah satunya, Nikolai, mengatakan pada Reuters: “Saat itu sekitar pukul 17.00. Terdengar gemuruh pesawat yang sangat kuat, kemudian ada sejenis ledakan atau kibasan, lalu kemudian orang-orang mulai jatuh dari langit. Orang-orang muncul persis dari balik awan. Lalu muncul badan pesawat dan jatuh disana, 50 meter dari sini.

Alla, warga Rassypnoye lainnya, mengingat: “Kami mendengar bunyi-bunyi, kedengarannya seperti ledakan-ledakan. Kami pikir kami sedang dibombardir. Namun saat kami keluar kami melihat suatu bagian dari pesawat jatuh di atas rumah kami.”

Keterangan saksi mata ini memuat komentar…

View original post 6,055 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s