Teguran Bagi Sang Musafir

Butir-Butir Mutiara

12188415203_fb7bf78a34_n

Kita semua adalah musafir. Sekarang kita sedang berada di sini, dalam gerbong kereta waktu yang membawa kita melaju dalam perjalanan hidup. Adapun stasiun tempat kelak kereta waktu berhenti adalah liang kubur. Maka, ketika kereta waktumu berhenti, lalu engkau keluar dari gerbong, engkau hanyalah berpindah ke gerbong lain dari kereta waktu yang akan memngantarmu ke padang pertanggungjawaban.

Dengarlah Nabimu yang telah membacakan firman Tuhanmu, wahai sang musafir, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan jangalah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmaan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 77)

Sesungguhnya, yang dapat membuatmu lurus dalam hidup adalah jika engkau senantiasa mengingat perhentian terakhir dari perjalanan hidup ini. Ketika kesadaran itu lepas dari ingatan batinmu, niscaya engkau akan menemukan bahwa semua dorongan liar ber-kecambah…

View original post 308 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s