Koperasi Lebih Menarik Daripada Bank?

Semper Ridens

Pagi20141230_121351[1] itu sekitar pukul 07.00 ketika Lukas Longa (65) telah bersiap-siap. Lukas nampak rapi, mengenakan sarung tenun tradisional dipadu dengan kemeja dan lega (tas tradisional dari ayaman daun lontar). Sambil merokok, Lukas memanggil keponakannya, Bonny untuk mengojek ke Koperasi, yang berjarak sekitar 45 menit.

“Tadi saya orang pertama. Kantor belum buka tapi saya tunggu saja karena saya mau langsung ke kebun. Tadi cicil 100.00 untuk pinjaman saya yang Rp5 juta bulan Juli kemarin. Waktu itu pinjam untuk ke Semarang, hadiri nikah anak,” tuturnya kepada Bisnis setelah kembali dari Koperasi.

Sebagai petani dan tukang besi, Lukas mengaku telah beberapa kali meminjam uang di Koperasi. Keperluannya pun beragam mulai dari membiayai anak sekolah, hingga membeli perlengkapan sebagai tukang besi dan petani.

Lukas adalah salah satu penduduk kampung Nage, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Flores, NTT yang telah beberapa tahun menjadi nasabah koperasi. Menurutnya, saat ini hampir semua kepala keluarga di Kecamatan Jerebuu telah…

View original post 727 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s