LAPAR = PUAS

Blognya Pemulung Hikmat (Pdt. David Sudarko - GIA Kediri)

LAPAR ITU MENENTUKAN MAKANAN APAPUN JADI NIKMAT LAPAR ITU MENENTUKAN MAKANAN APAPUN JADI NIKMAT

Suatu kali kami sekeluarga diijinkan Tuhan mengalami “kekeringan”. Saat itu benar-benar tidak ada uang sama sekali. Secara daging kami mengalami kekuatiran akan apa yang akan kami makan. Tapi masih beruntung ada sisa beras untuk sekali masak. Namun tidak ada lauk. Pagi dan siang kami bertahan dengan berpuasa (baca; terpaksa puasa). Waktu yang ada kami gunakan untuk berdoa bersama. Hingga sore menjelang malam, tidak ada orang mengantar lauk. Maka kami menggunakan minyak goreng bekas gorengan tempe hari kemarin, lalu kami taburi dengan garam. Dengan ucapan syukur kami menyantapnya. Dan ternyata rasanya begitu nikmat. Saya menjadi sadar, bahwa yang membuat makanan menjadi nikmat itu ternyata kondisi perut yang benar-benar lapar.
Berbicara tentang lapar, saya teringat dengan kotbah Tuhan Yesus di bukit. Disana DIA berkata “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat 5: 6). Seringkali saya mendengar obrolan jemaat seusai…

View original post 175 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s