LAPAR

aryannasalma

Oleh : Aryanna Salma

Entah kenapa rasa lapar ini tidak seperti biasanya. Seminggu tidak makan sudah biasa bagi kami, tapi hari ini mereka merengek lagi, meminta perutnya diisi. Perutku sendiri sudah berteriak meminta penghuni. Mungkin karena hujan dan udara dingin, membuat selera makan bertambah.

Dengan payung di tangan, aku melangkah menuju alun-alun kota. Tidak sulit mencari mangsa di sini. Satu kerlingan mata, seorang lelaki muda tergoda. Kulemparkan senyuman termanis ke arahnya. Dia pun mengekori setiap langkahku ke arah yang sepi.

Di sudut gang kuhentikan langkah dan menutup payung, lalu menoleh dan tersenyum. Lelaki itu balas tersenyum kemudian mendekat.

“Makanan!” Anak-anakku meronta, tak sabar.

Lelaki itu mengangkat tangannya, hendak mengelus rambutku. Tapi tangan ini bergerak lebih cepat. Tebasan pedang yang kucabut dari dalam payung membuat badannya rubuh, kepalanya menggelinding di tanah dengan senyuman tertinggal di wajah.

“Saatnya makan, Anak-anak!” ujarku riang, dengan riuh mereka bersorak gembira.

Ratusan tonjolan kecil muncul dari…

View original post 95 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s