Terasing

hilmanfirdaus

Pondok Saladah, minggu menjelang waktu subuh.

Aku terbangun dari tidur yang tidak nyenyak di dalam tenda yang miring. Saat bangkit, aku mendapati salah satu rekan pendakian sudah duduk di sudut menghadap dinding tenda, menunduk pada sesuatu yang bercahaya. Pada mulanya aku ingin bertanya, tetapi karena sayup terdengar suaranya yang pelan sedang membaca ayat suci Al-Quran, aku mengurungkan niat.

Mendadak aku merasa terasing: di antara 6 orang dalam rombongan ini, rasa-rasanya akulah orang yang paling rendah kadar keagamaannya.

Tapi aku menolak melodramatisasi. Maka aku memutuskan untuk keluar dari tenda, berjalan-jalan di seputaran Pondok Saladah untuk menghangatkan badan di tengah angin fajar yang kencang, yang pada akhirnya membuat aku menyadari dual hal.

Pertama: aku sadar bahwa kejadian itu sebenarnya bukan untuk membuat aku merasa terasing, tapi untuk menyadarkan bahwa aku berada di lingkungan orang-orang baik, yang bisa berdampak baik pula pada diriku. Dengan demikian, Tuhan telah mengabulkan salah satu dari dua doa…

View original post 59 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s