belajar ekonomi mudah sma 2016

diolah berbagai sumber

F.
Perluasan Produksi
Perluasan produksi berarti usaha untuk meningkatkan hasil produksi baik kualitasnya maupun
kuantitasnya.
Perluasan produksi dapat ditempuh melalui dua cara yaitu dengan cara:
1.
Intensifikasi, yaitu dengan cara mengintensifkan kemampuan/kerja masing
masing faktor produksi sehingga
produktivitasnya meningkat.
2.
Ekstensifikasi, yaitu dengan cara menamb
ah jumlah faktor
faktor produksi. Misalnya, untuk meningkatkan produksi pada
dengan menambah luas areal pertanian; meningkatkan produksi kain tenun dengan jalan menambah mesin
mesin dan
atau tenaga kerja penenun.
G.
Fungsi
Produksi/Persamaan Produksi
Fungsi p
roduksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat
(kombinasi) penggunaan input
input.
Secara matematis fungsi produksi adalah:
Q
:
Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)
f
:
Fun
gsi (symbol persamaan fungsional)
C
:
Capital (modal atau sarana yang digunakan)
L
:
Labour (tenaga kerja)
R
:
Resources (sumber daya alam)
T
:
technologi (teknologi dan kewirausahaan)
Sedangkan
dan
Keterangan:
:
X
:
Selisih besarnya input
X
:
Besarnya input
H.
Teori Produksi
a.
Tahapan Produksi
Lapangan produksi tersebut dapat digolongkan menjadi 3 sektor produksi atau 3 tahapan produksi, yaitu:
1)
Sektor produksi
primer meliputi bidang ekstraktif dan bidang agraris
2)
Sektor produksi sekunder meliputi bidang industry dan bidang perdagangan
3)
Sektor produksi tersier meliputi bidang jasa/pelayanan
b.
Faktor
faktor Produksi
1)
Faktor produksi asli (alam dan tenaga kerja)
2)
Faktor
produksi turunan (modal dan penguasaan)
I.
Perilaku Produksi
Proses produksi dapat diartikan sebagai proses urutan kegiatan yang harus dilakukan dalam usaha untuk
menghasilkan barang maupun jasa. Agar proses produksi mencapai titik optimum, maka diperlukan a
danya peningkatan
produktivitas dengan jalan menambah faktor
faktor produksi.
Akan tetapi menurut David Richardo penambahan faktor produksi tidak selalu dapat memberikan hasil
sebanding, seperti yang digambarkan dalam “Hukum hasil lebih yang semakin berkur
ang” atau “The law of diminishing
returns” yang berbunyi:
“Dengan suatu teknik tertentu, maka mulai titik tertentu penambahan faktor produksi tidak lagi memberikan penambahan
hasil produksi yang sebanding.”
Q = f(C, L, R, T)
Marginal Product =
X
ΔTP
Average
Product =
X
TP
12
Atau dengan kata lain tambahan hasil lama
kelamaan akan menurun, meskipun faktor produksi terus bertambah.
Untuk jelasnya perhatikan tabel di bawah ini:
Contoh:
Tanah: 1Ha, Modal Rp.5.000.000,00
Pekerjaan
Hasil Total
(Total Product)
Tambahan Hasil
(Marginal Product)
1
2
3
4
5
6
20
21
34
42
46
48
10
11
13
8
4
2
Law of diminishing returns terjadi pada pekerja yang ke
4 dan seterusnya, yaitu setelah tercapai marginal product
maksimum sebesar 13.
J.
Produktivitas
Produktivitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan sejumlah barang dengan
faktor produksi yang tersedia.
Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut:
a.
Secara Ektensif
:
yaitu untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara menambah jumlah faktor produksinya.
b.
Secara intensif
:
yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah
produksi dengan cara meningkatkan produktivitasnya
setiap faktor produksi.
c.
Resionalisasi
:
yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara mengeluarkan kebijaksanaan yang
rasional yang mengarah pada efisiensi produksi agar produktivitas optimal.
Rasionalisasi dapat ditempuh dengan jalan:
1)
Mekanisasi: yaitu dilakukan dengan mengganti alat
alat produksi dengan mesin
mesin/alat
alat yang serba
modern.
2)
Standarisasi: yaitu dilakukan dengan membuat suatu standar/ukuran dalam hal mutu, bentuk, ukuran, da
n lain
lain terhadap suatu produk tertentu.
3)
Spesialisasi/pembagian kerja
4)
Menempatkan pekerjaan pada tempat yang sebenarnya (the right man on the right place)
K.
Kurva Kemungkinan Produksi (Production Possibility Curve = PPC)
Kurva kemungkinan produksi adalah
kurva yang menggambarkan berbagai kemungkinan kombinasi maksimum output
yang dapat dilihat.
L.
Arus Kegiatan Ekonomi
1.
Arus Kegiatan Ekonomi yang Melibatkan 2 Pelaku Kegiatan Ekonomi
Aktivitas ekonomi seperti yang dikemukakan oleh Francois Quesney (1694
1774)
dalam bukunya yang berjudul
“Tableua Economique”, yang disebut sebagai “the Circular Flow of Economic Activity” yang artinya arus lingkungan
kegiatan ekonomi yang meliputi arus barang dan arus uang.
Sehingga hubungan antara rumah tangga produksi dan rumah
tangga konsumsi dalam kegiatan ekonomi dapat
digambarkan sebagai berikut:
13
ARUS LINGKARAN KEGIATAN EKONOMI
Keterangan:
1.
Aliran arus barang
2.
Aliran arus uang
3.
aliran pasar factor produksi/pasar input
4.
Aliran pasar hasil produksi/pasar barang
2.
A
r
us kegiatan ekonomi yang melibatkan 5 pelaku kegiatan ekonomi
4
Pendpatan/uang
(Hasil Penjulan)
Penjualan
Barang dan Jasa
Rumah Tangga
Produksi
Rumah Tangga
Konsumsi
3
Factor produksi
(alam, tenaga
kerja, modal, pengusaha)
Pendapatan/uang (sewa,
upah, bunga, laba)
1
2
Ringkasan Materi UN Ekonomi SMA 2012. Distributed by
anang.blogspot.com
Halaman
14
M.
Peran Konsumen dan Produsen
1.
Peran Konsumen
b.
Sebagai pemakai barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen
c.
Sebagai penyedia faktor
faktor produksi (alam,
tenaga kerja, modal dan pengusaha)
d.
Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka melindungi konsumen
e.
Memperlancar peredaran atau perputaran barang dan jasa
f.
Dapat menaikkan harga faktor
faktor produksi, artinya dapat menaikkan harga sewa, upah, bunga
dan laa
2.
Peran Produsen
a.
Sebagai penghasil barang atau jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen
b.
Sebagai pemakai atau pengguna faktor
faktor produksi yang dimiliki oleh konsumen
c.
Dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan
produksinya
d.
Memperlancar penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan konsumen
e.
Dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga akan meningkatkan kemakmuran bangsa
f.
Sebagai pihak yang dapat meningkatkan inovasi
inovasi di bidang produksi barang atau j
asa
g.
Melakukan pembayaran faktor
faktor produksi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Halaman
15
URAIAN V.
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
A.
PERMINTAAN (DEMAND)
Permintaan adalah jumlah produk yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat
harga dalam waktu
tertentu dengan menganggap faktor yang mempengaruhi konstan/tetap.
Jenis Permintaan
1.
Permintaan Absolut : permintaan yang tidak diikuti oleh daya beli
2.
Permintaan potensial : permintaan yang memiliki daya beli, tetapi belum dilaksanakan
3.
Per
mintaan efektif : Permintaan yang disertai daya beli dan dilaksanakan
4.
Permintaan individu
:
Permintaan seorang individu terhadap produk tertentu
5.
Permintaan pasar
:
Penjumlahan permintaan individu
Hukum Permintaan
“ Harga sebuah barang meningkat, kuantitas
yang diminta akan turun.” Sebaliknya “Kuantitas yang diminta akan naik jika harga
sebuah barang mengalami penurunan.”
Faktor
faktor yang mempengaruhi permintaan
a.
Selera
b.
Harga barang / jasa
c.
Pendapatan
d.
Harga barang lain yang berkaitan (substitusi pelengkap)
e.
E
kspeklasi (perkiraan tentang masa depan)
Perubahan Permintaan
Perubahan pendapatan
Perubahan selera
Perubahan harga barang yang berkaitan
Fungsi Permintaan
a.
Pengertian Fungsi
Adalah hubungan antara variable harga dengan variable jumlah yang diminta
Secara
sistematis penulisan fungsi adalah :
Y = variabel terikat
x = variabel bebas
b.
Fungsi Permintaan
Secara sistematis = Q = f (p)
Q = variabel terikat
p = variabel bebas
Fungsi Permintaan Linear
Q = f(p), Q = a + bp
Untuk mencari fungsi permintaan dari titik A (Q
1
, P
1
) & B (Q
2
, P
2
) dengan rumus
Contoh:
Jika harga barang Rp.200,00 per unit, maka jumlah permintaan 40 unit. Dan jika harga barang Rp.600,00 per unit, maka
jumlah permintaan 20 unit. Tentukan persamaan
fungsi permintaan dan gambar kurvalnya!
Jawab:
20Q
600
P
400Q
12.000
20P
16.000
400Q
4000
20P
20
40
Q
400
200
P
40
60
40
Q
200
600
2000
P
Jadi fungsi permintaannya adalah P = 1000
20Q
Y = f (x)
1
2
1
1
2
1
Q
Q
Q
Q
P
P
P
P
16
B.
PENAWARAN (SUPPLY)
Pengertian
Adalah sejumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu
tertentu
Hukum :
a.
Jika harga barang naik sedangkan faktor lainnya tetap, penawaran akan ikut naik. Hal ini terjadi karena produsen
menerima keuntungan lebih besar sehingga terdorong untuk memproduksi dan menawarkan barang lebih banyak.
b.
Jika harga barang tur
un sedangkan faktor lainnya tetap, penawaran akan ikut turun. Hal ini terjadi karena keuntungan
produsen menurun, bahkan mungkin merugi akibatnya produsen kurang bergairah untuk memproduksi barang sehingga
penawarannya menurun.
Jenis Penawaran :
a.
Penawaran
individu : penawaran yang dilakukan oleh satu orang produsen / penjual.
b.
Penawaran pasar : penjumlahan penawaran individu
Skedul dan kurva penawaran :
Skedul penawaran adalah sebuah tabel yang memperlihatkan hubungan antara sebuah barang dengan kuantitas ya
ng
ditawarkan.
Kurva Penawaran dihasilkan dari hukum permintaan dan menunjukkan hubungan antara jumlah yang ditawarkan dengan
tingkat harga barang tersebut dengan menganggap faktor
faktor lain tetap.
Faktor
faktor yang mempengaruhi penawaran :
a)
Harga barang
/ jasa
b)
Harga input / biaya produksi
c)
Teknologi produksi
d)
Ekpektasi penjual / produsen
e)
Keuntungan yang diinginkan oleh produsen
f)
Banyaknya penjual / pesaing
Perubahan Penawaran :
a)
Perubahan biaya produksi
b)
Teknologi yang digunakan
c)
Harapan mendapatkan laba
d)
Harap
an masa yang akan datang (expectation)
Fungsi Penawaran Linier
Seperti halnya fungsi permintaan, pada fungsi penawaran yang berbentuk linier juga di bahas hubungan antara harga (P)
dengan jumlah barang yang ditawarkan (Q)
1.
Pengertian fungsi penawaran
Fungsi penawaran adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara harga (P) dengan jumlah barang (Q) yang
ditawarkan.
atau
keterangan:
Q
:
jumlah barang yang diminta
P
:
harga barang perunit
a
:
angka konstanta
b
:
gradien atau kemiringan
Sedangkan syarat mutlak fungsi permintaan adalah:
a.
nilai a boleh positif atau negatif ( + /
)
b.
nilai b barus positif ( + )
2.
Menentukan fungsi penawaran
Untuk mencari persamaan fungsi penawaran, rumusnya sama dengan rumus
menentukan fungsi permintaan.
Contoh:
Pada saat harga sebesar Rp.200,00 per unit, jumlah penawaran 40 unit. Dan jika harga Rp.600 per unit, jumlah
penawaran 60 unit. Tentukan fungsi penawarannya dan gambarkan kurvanya.
P = a + b Q
Q = a +
17
20Q
600
P
400Q
12.000
20P
16.000
400Q
4000
20P
20
40
Q
400
200
P
40
20
40
Q
200
600
200
P
Jadi fungsi pe
rmintaannya adalah P =
600
20Q
C.
ELASTISITAS
1.
Konsep Dasar Elastistas
Menurut M Suparmoko dan Maria R Suparmoko elastisitas menunjukkan tanggapan dari variabel tidak bebas karena
adanya perubahan dalam variabel bebas tertentu. Dalam hal
permintaan/penawaran akan suatu barang terdapat 3 macam
elastisitas yaitu elastisitas Permintaan / Penawaran karena perubahan harga, karena perubahan pendapatan dan karena
perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang/jasa yang diberika
n.
2.
Elastisitas Permintaan (Price Elasticity of Demand)
Elastisitas harga dari permintaan adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah barang / jasa yang diminta terhadap
perubahan harga. Dalam rumus dapat dituliskan
harga
perubahan
Persentase
diminta
yang
barang
jumlah
perubahan
Persentase
d
E
%
100
P
P
%
100
Q
Q
1
1
X
X
E
d
atau
1
1
1
1
:
Q
P
X
P
Q
P
P
Q
q
E
d
Keterangan :
Q = perubahan jumlah yang diminta
Ed = Koefisien elastisitas permintaan
P = harga mula
mula
Q = jumlah yang diminta mula
mula
P = perubahan harga
3.
Macam
Macam Sifat Elastisitas Permintaan
a)
Permintaan
Elastis (Ed > 1)
Apabila diperoleh Ed > 1, maka sifat permintaan dikatakan elastic. Hal ini berarti konsumen peka terhadap perubahan
harga barang / perubahan harga sebesar 1 % menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta lebih dari 1
%.
b)
Permintaan
Elastis Sempurna (Ed = ~)
Suatu barang / jasa disebut memiliki elastisitas sempurna bila memiliki koefisien elastisitas tak terhingga. Hal ini
berarti pada harga tetap besarnya permintaan tak terhingga.
c)
Permintaan Inelastis (Ed < 1)
Barang yang mempunyai
elastisitas yang inelastis adalah barang
barang kebutuhan pokok dan barang
barang yang
tidak mempunyai pengganti (substistusi)
d)
Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)
Untuk barang yang sangat penting sekali, berapapun perubahan harga tidak akan mempengaruh
i jumlah barang
yang diminta.
e)
Permintaan Elastis Satuan (Ed = 1)
Elastisitas permintaan ini mengandung arti bahwa perubahan harga sebesar 1 % menyebabkan terjadinya perubahan
jumlah barang yang diminta sebesar 1 %.
4.
Faktor
faktor yang mempengaruhi elastisit
as Harga dari Permintaan
Faktor
faktor yang mempengaruhi elastisitas harga dari permintaan yaitu :
a.
Ketersediaan barang substitusi atas suatu barang
b.
Intensitas kebutuhan
c.
Pendapatan konsumen
d.
Tradisi
18
5.
Elastisitas Penawaran (Price Elasticity of Supplay)
Elastis
itas penawaran adalah tingkat kepekaan perubahan jumlah barang / jasa yang ditawarkan terhadap perubahan
harga. Dapat dirumuskan sebagai berikut :
harga
p erubahan
Persentase
ditawarkan
y ang
barang
jumlah
p erubahan
Persentase
s
E
%
100
P
P
%
100
Q
Q
1
1
X
X
E
s
atau
1
1
Q
P
X
P
Q
E
s
Keterangan :
Es =
Koefisien elastisitas penawaran
P
1
= harga mula
mula
Q = perubahan jumlah yang ditawarkan
Q
1
= jumlah yang ditawarkan mula
mula
P = perubahan harga
6.
Macam
macam Elastisitas Penawaran
a)
Penawaran Elastis (Es > 1)
Penawaran yang elastis mengandung arti bahwa
penjual peka terhadap perubahan harga yaitu perubahan harga
sebesar 1 % menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang ditawarkan lebih dari 1 %.
b)
Penawaran elastis sempurna (Es = ~)
Penawaran yang elastis sempurna mengandung arti bahwa pada harga tertentu ju
mlah barang yang ditawarkan tidak
terbatas / perubahan harga 0 % menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih dari 0 %.
c)
Penawaran Inelastis (Es < 1)
Penawaran inelastic ditandai oleh penjual yang tidak / kurang peka terhadap perubah
an harga.
d)
Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)
Penawaran Inelastis Sempurna ditandai oleh perubahan harga yang tidak mempengaruhi jumlah barang yang
ditawarkan.
e)
Penawaran Elastisitas Satuan (Es = 1)
Jenis elastis ini ditandai oleh Persentase perubahan harga sama dengan persentase perubahan jumlah barang yang
ditawarkan.
Atau jika disajikan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut.: Macam
macam Elastisitas:
No
Jenis Elastisitas
Rumus
Logika
Contoh Barang
1.
Permintaan elastis
E > 1
%
Q > %
P
Keb. Lux atau mewah
2.
Permintaan inelastis
E < 1
%
Q < %
P
Keb. Primer/pokok
3.
Permintaan uniter/normal
E = 1
%
Q = %
P
Keb. Sekunder
4.
Permintaan elastis sempurna
E = ~
%
Q , %
P = 0
Keb. Dunia (gandum, minyak bumi
5.
Permintaan inelastis
E = 0
%
Q = 0 , %
P
Keb. Tanah, air minum, dsb
Cara smart menentukan besarnya elastisitas, tanpa mencari turunan Q atau Q’, yaitu:
1.
Jika penawaran menunjukkan Q = a
bP (fungsi permintaan) dan Q = a + bp (fungsi penawaran), maka rumus
elastisitas
2.
Jika persamaan fungsi menunjukkan P = a
bQ (fungsi permintaan) dan P = a + bQ (fungsi penawaran) maka rumus
elastisitas:
Q
bP
E
a
P
P
E
terima kasih,sudah berkunjung
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s