ingin berkarier cari kerja ada di sini 2016

Badan Pusat Statistik atau BPS merupakan sebuah lembaga pemerintah non kementerian yang memiliki tanggung jawab kepada Presiden. Pada awalnya BPS merupakan Biro Pusat Statistik, yang dibentuk berdasarkan UU No 6 Tahun 1960 mengenai Sensus dan UU Nomer 7 Tahun 1960 mengenai Statistik. Sebagai pengganti kedua UU tersebut ditetapkan UU Nomor 16 Tahun 1997 mengenai Statistik. Berdasarkan UU ini yang ditindaklanjuti dengan peraturan perundangan dibawahnya, secara formal nama Biro Pusat Statistik diganti menjadi Badan Pusat Statistik. Kemudian dalam bidang pengolahan data BPS memiliki tahapan pengolahan data sangat menentukan seberapa jauh tingkat keakuratan dan ketepatan data statistik yang dihasilkan. BPS merupakan instansi perintis dalam penggunaan komputer karena telah memulai menggunakannya sejak sekitar 1960. Sebelum menggunakan komputer, BPS menggunakan kalkulator dan alat hitung sipoa dalam mengolah data.

Badan Pusat Statistik selalu menerapkan teknologi komputer yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi dan juga mengacu kepada kebutuhan. Personal komputer yang secara umum lebih murah dan efisien telah dicoba digunakan untuk menggantikan mainframe. Sejak 1980-an, personal komputer atau sering disebut PC telah digunakan di seluruh kantor BPS provinsi, diikuti dengan penggunaan komputer di seluruh BPS kabupaten dan kota sejak 1992. Kemudian dalam masalah Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) BPS memiliki Tugas, fungsi dan kewenangan yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007 tentang Badan Pusat Statistik dan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pusat Statistik.

Kantor pusat instansi :

Badan Pusat Statistik ( BPS )
Jl. Dr. Sutomo 6-8
Jakarta 10710 – Indonesia
Telp : 021 3841195, 3842508, 3810291
Faks : 021 3857046

Dalam mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan dalam visi dan misi perusahaan selanjutnya dalam bulan Februari tahun 2016 ini Badan Pusat Statistik kembali membuka lowongan kerja terbaru Badan Pusat Statistik bagi para pencari kerja yang baru lulus ataupun yang telah memiliki pengalaman kerja untuk mengisi jabatan pekerjaan dalam jabatan lowongan yang tertera dibawah ini, bagi pencari kerja yang berminat harap memperhatikan dengan seksama requirement atau persyaratan yang dibutuhkan pada setiap jabatan atau dalam jabatan yang dibutuhkan demi memperlancar dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Adapun dibawah ini adalah dalam jabatan lowongan jabatan pada peluang kali ini dibuka oleh pihak perusahaan dengan kualifikasi sebagai berikut


Persyaratan Pencari Kerja
:

  • Pendidikan min SMA atau sederajat
  • usia 18 s/d 50 tahun kecuali untuk pensiunan BPS
  • Mampu berkomunikasi ( membaca, menulis dengan standar scanner, mendengar dan berbicara dengan baik )
  • Mampu bekerja dalam tim bertanggungjawab, disiplin dan berintegritas
  • Mengenali wilayah tugas dengan baikm diutamakan berpengalaman dalam urusan survei dan sensus dengan rekam jejak baik
  • Bersedia dan memiliki waktu untuk mengikuti seluruh rangkaian pekerjaan ( pendaftaran, seleksi, pelatihan dan pelaksanaan ) sesuai dengan jadwal yang ditetapkan
  • Bersedia menandatangani kontrak kerja dan harus menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas
  • Memiliki handphone dengan nomor yang tetap dan selalu aktif ( untuk SMS gateway )
  • Diutamakan yang memiliki kendaraan bermotor


Berkas Lamaran
:

  1. Surat lamaran kerja
  2. FC KTP yang masih berlaku
  3. Ijazah terakhir yang dilegalisir
  4. Pas photo terbaru berukuran 4×6 dan 3×4 sebanyak 2 lembar


Keterangan Rekrutmen
:

  • Bersedia mengikuti pelatihan petugas SE2016 pada Bulan April 2016.
  • Bersedia bekerjasama dan berkoordinasi dengan sesama petugas (PCL/PML), pegawai BPS dan tokoh masyarakat (RT/RW/Dukuh/Desa).
  • Bersedia melakukan perjanjian kerja selama bulan Mei 2016 untuk melaksanakan tugas pendaftaran/listing SE2016, dan dengan hasil yang berkualitas sesuai ketentuan dan pedoman yang berlaku.
  • Kelengkapan berkas administrasi diserahkan pada saat tes tertulis dan wawancara
  • Untuk rekrutmen di wilayah lainnya harap silahkan hubungi kantor BPS terdekat di kota anda.

 

Iklan

kejahatan fatal beringas 2016

sejarah kejahatan sudah ada sejak awal adanya kehidupan ini

di weekend ini temanya;kejahatan beringas dan paling fatal………..so jangan ditiru di kehidupan ambil positif ya saja karena setiap kejahatan tentu ada akibatnya……………..

1.kejahatan  The ‘Barefoot Bandit’

Baginya, dunia adalah tempat bermain. Dua tahun lebih Colton Harris-Moore menjadi buronan, dia diduga telah mencuri 5 pesawat, beberapa mobil dan perahu yacht senilai $450.000, serta uang tunai di sejumlah rumah dan tempat bisnis.

Satu-satunya benda yang tidak berhasil dia curi adalah sepatu. The “Barefoot Bandit” atau penjahat tanpa alas kaki / nyeker adalah julukannya sampai akhir penangkapannya.

Pihak berwenang membawanya dengan borgol kaki membelenggu kakinya yang tanpa alas kaki, pada 11 juli 2010 setelah melakukan pengejaran dengan perahu berkecepatan tinggi.

Harris-Moore telah buron sejak tahun 2008, semenjak dia berhasil lepas dari pengejaran polisi di rumah singgahnya di Washington.

Sejak itu, dia dituduh atas lebih dari 100 perampokan. Pada pelariannya yang terakhir dia mengatakan telah terbang dari Indiana ke Bahama, dan selama ini telah menerbangkan pesawat sejauh 1000 mile atau sekitar 1.609.344 kilometer padahal dia tidak pernah menerima pendidikan penerbangan.

Dia mengaku belajar menerbangkan pesawat dari internet dan buku manual penerbangan. Yang mengherankan adalah, dia masih berumur 19 tahun.

Atas tuduhan pencurian property dan masuk secara ilegal ke negara Bahama, kemungkinan dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

2. Jesse James (Jesse Woodson James)

Penjahat Kelahiran Missouri ini adalah seorang prajurit gerilya konfederasi di selatan pada masa Civil War / Perang Saudara Amerika.

Dia juga dikenal sebagai perampok, pernah terlibat dalam penjarahan kereta pada tahun 1864, dan pembunuhan 22 dari 23 tentara AS tak bersenjata di atas kapal dan scalping (dikuliti kulit kepalanya, biasa dilakukan oleh orang Indian) pada beberapa korbannya.

Setelah perang berakhir, dia dan saudaranya mengembara tanpa tujuan yang jelas. Pada tahun 1881 Gubernur Missouri, Thomas T. Crittenden menawarkan hadiah sebesar $ 10.000 untuk menangkap mereka, hidup atau mati.

Tak lama kemudian, Robert Ford, seorang anggota geng, menembak dan membunuh Jesse dan mengklaim hadiah.

Jesse dibunuh oleh Robert Newton Ford yang sebenarnya adalah anggota kelompoknya, Geng James-Younger.

Pada tanggal 3 April 1892, setelah sarapan, Robert Ford, Charley Ford dan Jesse James siap berangkat untuk memulai merampok lagi, keluar masuk rumah untuk menyiapkan kuda.

Hari itu sebenarnya hari sedang panas, James melucuti mantelnya, dan mengatakan bahwa ia harus meninggalkan senjatanya, agar tak mencurigakan.

James teringat pada gambar berdebu di dinding dan berdiri dari kursi untuk membersihkannya. Robert Ford mengambil kesempatan, dan menembak kepala James dari belakang.

Jesse sering disebut-sebut sebagai “Robin Hood Liar dari Barat”, namun tak ada bukti ia pernah membagi hasil rampokan dan jarahannya kepada mereka yang membutuhkan.

Tulisan di atas nisan Jesse James, ditulis oleh ibunya, terbaca: In Loving Memory of my Beloved Son, Murdered by a Traitor and Coward Whose Name is not Worthy to Appear Here (Dalam Kenangan Manis Bersama Putraku Tercinta, Dibunuh oleh Seorang Pengkhianat dan Pengecut yang Namanya Tak Berharga untuk Muncul di Sini).

Sampai hari ini Jesse James tetap menjadi pahlawan bagi banyak orang karena ia tak mau mundur dan setia di pihak Selatan. Kisah hidupnya juga telah diangkat ke sebuah film.

3. Billy the Kid

Seperti kebanyakan legenda barat, yang banyak diketahui dari Billy the Kid adalah berdasarkan cerita masa lalu, siapa sih yang tidak tahu pria legendaris ini?

Dia mungkin dilahirkan antara tahun 1859 dan 1861 dan bernama William Henry McCarty. Sejak kecil, hidupnya banyak berpindah-pindah, dari New York ke Indiana, ke Kansas, ke Colorado, dan ke New Mexico.

Meskipun kejahatannya dimulai dari kejahatan kecil (Dia pertama kali ditangkap pada 23 September 1875, atas pencurian keranjang cucian) dan setelah itu kejahatannya terus berlanjut.

Dia adalah seorang pencuri kuda di Arizona, dan pencuri ternak di New Mexico. Penjahat kurus dan bergigi maju / berantakan (bisa dilihat di film konyol Lucky Luke) ini menghabiskan kehidupan singkatnya dengan melarikan diri, mencuri, berjudi, dan membunuh. Menurut laporan dia telah membunuh lebih dari 20 orang.

Pada bulan April 1881, Kid dihukum gantung karena pembunuhan Sherrif, namun dia berhasil kabur dari penjara dengan membunuh 2 deputi.

Tetapi kebebasannya tidak berlangsung lama, dua bulan kemudian, Sherrif Pat Garret berhasil mengadilinya, dengan menembaknya mati pada 14 juli 1881.

4. Salvatore Giuliano

Disebut sebagai Robin Hood dari Sisilia, Salvatore Guiliano menjadi penjahat paling terkenal pada sejarah Italia karena keangkuhannya, kedermawanannya (agak bertolak belakang), dan ketajamannya sebagai seorang separatis.

Giuliano yang dikenal gagah dan tampan memimpin sekelompok pasukan yang dilaporkan sebanyak 600 orang dalam perampokan tuan tanah kaya yang hasilnya diberikan kepada orang miskin, dan kemudian menghilang di gunung.

Mereka membunuh lebih dari 100 petugas polisi dan 40 warga sipil serta mengumpulkan uang sebanyak 1 juta dollar dari penculikan.

Ketika namanya tertulis di Headline sebuah surat kabar, dia menulis surat kepada surat kabar tersebut untuk menantang pemerintah bertarung sampai mati, dan mengumumkan perang di Italia.

Pada tahun 1949, satuan tugas berjumlah 2000 orang menyerbu Sisilia, mencari penjahat yang sukar dipahami ini, akhirnya senapan mesin menambakinya dari jarak dekat pada tahun 1950.

Setelah kematiannya, majalah TIME menulis bahwa selama 7 tahun, Giuliano telah menjadi raja penjahat di negara yang di mana seorang penjahat dipandang sebagai seorang raja.

5. Ned Kelly

Penjahat legendaris sekaligus pahlawan rakyat, Ned Kelly mengingatkan kembali pada Australia di abad ke-19, pada saat terjadinya perburuan buronan terbesar di negara ini. Setelah membunuh 3 petugas polisi di Voctoria, Kelly dan kelompoknya lari sebagai buronan.

Mereka merampok bank, membakar seluruh surat gadai di kota, dan mempengaruhi orang Australia keturunan Irlandia untuk berbalik melawan pemerintah.

Pada pertarungan senjata api terakhir mereka melawan polisi, anggota geng Kelly mengenakan baju zirah yang terbuat dari mata bajak, bertarung dengan berdiri tegak dan peluru hanya terpental ketika mengenai mereka.

Kelly tertembak pada kakinya dan kemudian tertangkap, pada akhirnya dia dihukum gantung di Melbourne pada tahun 1880. Tapi legendanya tidak berakhir di Australia.

Mick Jagger memainkan tokoh Kelly dalam sebuah film biografi pada tahun 1970 yang ditulis oleh Shel Silverstein dan Kris Kristofferson.

Legenda musik Country, Johnny Cash dan Waylon Jennings juga menulis lagu tentang geng Kelly. Dan di tahun 2003, Heath Ledger memerankan penjahat ini di sebuah film.

6. Claude Du Val

Perampok berkebangsaan Perancis abad ke-17 ini terkenal karena menentang norma-norma pencuri bersenjata jalanan dengan tidak melakukan kekerasan selama melakukan aksinya. Dia merampok dengan menggunakan pesonanya.

Legenda mengetakan bahwa Du val adalah seseorang yang sedikit modis, dengan penampilannya yang berbeda dengan perampok lainnya, yang kebanyakan kotor dan serakah.

Dia digambarkan sebagai seseorang yang gagah, cerdas, dan tampan, begitu banyak gambaran yang terdapat pada dirinya sehingga setidaknya bisa digambarkan melalui lukisan di atas ini.

Dia setuju dengan hanya mencuri setengah dari harta seorang pengembara bila istrinya mau menari dengannya. Setelah 10 tahun menjadi buronan pihak berwenang, buronan kelahiran Normandia ini akhirnya tertangkap oleh polisi dan dihukum gantung.

Banyak wanita berbondong-bondong untuk membangunkannya di tiang gantungan, berlomba-lomba hanya untuk menyentuh badannya.

7. Bonnie and Clyde

Bonnie Parker (perempuan) dan Clyde Barrow (laki-laki), adalah panjahat berpenampilan menarik yang sangat saling mencintai, tindakan perampokan mereka kecil tetapi brutal, mereka tidak segan untuk membunuh siapapun yang menghalangi mereka.

Pada bulan Januari tahun 1934, mereka mengatur sebuah pelarian diri dari penjara di Texas yang berakhir pada terbunuhnya 2 penjaga.

3 bulan kemudian mereka membunuh 2 perwira polisi dan seorang perwira polisi senior, serta menculik seorang kepala polisi.

Patroli jalan raya Texas mengumumkan sebuah pengejaran resmi, dan ini hanyalah masalah waktu sebelum mereka berhasil ditangkap. Pada 23 Mei 1934, polisi menyergap mobil mereka di luar Gibsland, LA.

Mereka kalah oleh terjangan hujan peluru dari polisi, kejahatan mereka merampok SPBU, restoran, dan bank selama 21 bulan berakhir sudah.

Pasangan penjahat ini tidak pernah menikah, dan Bonnie tidak memiliki catatan sebagai seorang penjahat sebelumnya sebelum bertemu dengan Clyde yang mantan Napi.

Para ahli sejarah percaya bahwa Bonnie bertindak jahat karena dia sangat mencintai Clyde. Beberapa foto mereka berdua, tampak mereka sedang berpelukan dengan mesra. Cerita cinta dan kejahatan mereka telah diangkat kedalam sebuah film.

8. Dick Turpin

Faktanya penjahat yang pada awalnya mengikuti jejak ayahnya menjadi tukang daging namun kemudian pada awal 1730an bergabung dengan geng rusa pencuri ini menjelajahi Inggris pada abad ke-18.

Dengan kejam meneror penghuni wanita di rumah peternakan yang terpencil dan merampas barang berharga mereka.

Beberapa penelitian dan buku-buku telah digunakan untuk menyangkal bila Turpin sama romantisnya dengan Du Val, dengan menjelaskan bahwa Turpin mampu melakukan tindakan kekarasan yang extrim dan menghabiskan banyak waktunya dengan menjadi pemerkosa dan pembunuh.

Pada akhirnya, dia dipenjarakan atas perbuatannya mencuri kuda, dan dihukum gantung pada tahun 1739.

9. Butch Cassidy

Butch Cassidy memiliki keahlian khusus dalam bidang perkereta apian. Antara tahun 1896 dan awal tahun 1900an, dia bersama 8 anggota lainnya yang menamakan diri sebagai geng “Wild Bunch”, merampok lusinan kereta termasuk pada 2 Juni 1899, perampokan ribuan dollar dari kereta pengiriman uang Union Pacific.

Sebagai buronan paling dicari pada masanya, Cassidy yang bernama asli Robert LeRoy Parker melarikan diri ke Amerika Selatan bersama temannya Sundance Kid.

Mereka berdua akhirnya tewas dalam tembak-tembakan di Bolivia pada tahun 1909, namun ternyata banyak versi mengenai akhir petualangannya, ada yang mengatakan dia tewas dalam tembak-tembakan di Uruguay, namun masih samar mana yang benar.

Versi lainnya menyatakan mereka melarikan diri ke Alaska (atau mungkin Nevada atau Wyoming) dan hidup damai dalam ketidak jelasan hingga 1930an.

Cerita versi Bolivia sepertinya yang paling akurat, menurut beberapa badan detektif dari Pinkerton, yang bertugas melacak keberadaan Cassidy, menyatakan bahwa dia tewas di Bolivia.

10.you know… Vincenzo Peruggia

Berhasil melakukan pencurian benda seni terbesar sepanjang sejarah, Vincenco Peruggia tidak membutuhkan peralatan berteknologi tinggi, dia hanya membutuhkan kesabaran, waktu dan beberapa polisi yang sedang tidak berada di tempatnya.

Pada tahun 1911, Peruggia bersembunyi sepanjang malam di Museum Louvre di Paris, dan ketika museum ditutup, dia melepas lukisan Mona Lisa dari dinding dan kemudian menyembunyikannya di balik bajunya.

Untuk kabur, dia hanya berjalan melewati pos penjaga yang sedang tanpa penjagaan, kemudian menyembunyikan lukisan itu di apartemennya.

Polisi menginterogasi Peruggia dan percaya terhadap alibinya bahwa dia sedang bekerja di tempat lain ketika lukisan hilang.

Setelah menyimpan lukisannya di dalam peti selama 2 tahun, Peruggia membawa Mona Lisa ke Italia. Ketika dia mencoba untuk menjualnya kepada seorang pemilik galeri bernama Alfredo Geri, dia tertangkap.

Setelah itu Mona Lisa dipamerkan di seluruh Italia, dan dikembalikan ke Museum Louvre pada tahun 1913. Peruggia yang mengatakn mencuri lukisan atas dasar patriotis untuk mengembalikan lukisan tersebut ke Italia, akhirnya dipenjara selama 6 bulan.

Setelah bebas dia bergabung dengan tentara Italia dan ikut berperang dalam Perang Dunia 1. Dia menikah, kemudian kembali ke Perancis dan membuka sebuah toko lukisan. Dia meninggal pada 2 September 1947 di kota Annemasse, Perancis.

Yah, yang namanya penjahat memang kebanyakan berakhir dengan peluru dari pak polisi seperti Billy the Kid, Salvatore Giuliano, Ned Kelly, Bonnie&Clyde, dan Butch Cassidy, atau peluru temannya seperti pak Jesse James, dan juga tiang gantungan seperti Claude Du Val dan Dick Turpin.

Tapi masih ada juga yang bernasib agak mujur seperti Colton Harris-Moore dan pak Vincenzo Peruggia yang hanya dipenjara, karena murni pencurian dan tidak disertai dengan pembunuhan.

Daftar penjahat-penjahat di atas hanya dalam skala Eropa dan Amerika dari zaman dahulu sampai sekarang yang tercatat karena kejeniusan, kesadisan, dan keunikan penjahat tersebut, mungkin di belahan dunia lain masih ada banyak lagi yang lainnya.

so… be careful

the kill charcter 2016

caution;don’t following all crime this is for important documentary

the kill charcter 2016

memiliki semua materi kemapanan belum menetukan seseorang untuk tidak melakukan crime,pendidikan yang sekarang yang mengedepankan prestasi dan nilai tanpa adanya upaya moral yang bagus untuk generasi bangsa ini membuat kita sebagai dewasa was was akan nanti keberlangsungan nilai berbudi luhur…….kita banyak menjumpai di dunia kenyataan ataupun di dalam masyarakat terjadi kejahatan perampokan perampasaan bullying and other

merokok juga salah satunya… pemakainya sudah 90% seluruh bangsa ini

merugikan untuk jiwa kita sendiri dengan berbagai akibat dan bisa mematikan,tentunya juga untuk orang lain

namun tidak usah khawatir…tidak semua orang juga melakukan crime

perlu kesadaran bersama untuk selalu melakukan kebaikan.

2016 news

Syria’s national wealth, infrastructure and institutions have been “almost obliterated” by the “catastrophic impact” of nearly five years of conflict, a new report has found. Fatalities caused by war, directly and indirectly, amount to 470,000, according to the Syrian Centre for Policy Research (SCPR) – a far higher total than the figure of 250,000 used by the United Nations until it stopped collecting statistics 18 months ago.

In all, 11.5% of the country’s population have been killed or injured since the crisis erupted in March 2011, the report estimates. The number of wounded is put at 1.9 million. Life expectancy has dropped from 70 in 2010 to 55.4 in 2015. Overall economic losses are estimated at $255bn (£175bn).

The stark account of the war’s toll came as warnings multiplied about Aleppo, Syria’s largest city, which is in danger of being cut off by a government advance aided by Russian airstrikes and Iranian militiamen. The Syrian opposition is demanding urgent action to relieve the suffering of tens of thousands of civilians.

The International Red Cross said on Wednesday that 50,000 people had fled the upsurge in fighting in the north, requiring urgent deliveries of food and water.

Talks in Munich on Thursday between the US secretary of state, John Kerry, and his Russian counterpart, Sergei Lavrov, will be closely watched for any sign of an end to the deadly impasse. UN-brokered peace talks in Geneva are scheduled to resume in two weeks but are unlikely to do so without a significant shift of policy.

Speaking in London on Wednesday, an opposition spokesman, Salim al-Muslet, said President Barack Obama could stop the Russian attacks. “If he is willing to save our children it is really the time now to say ‘no’ to these strikes in Syria,” he said. The Washington Post reported that Moscow had sent a letter to Washington proposing to stop bombing on 1 March.

Of the 470,000 war dead counted by the SCPR, about 400,000 were directly due to violence, while the remaining 70,000 fell victim to lack of adequate health services, medicine, especially for chronic diseases, lack of food, clean water, sanitation and proper housing, especially for those displaced within conflict zones.

“We use very rigorous research methods and we are sure of this figure,” Rabie Nasser, the report’s author, told the Guardian. “Indirect deaths will be greater in the future, though most NGOs [non-governmental organisations] and the UN ignore them.

“We think that the UN documentation and informal estimation underestimated the casualties due to lack of access to information during the crisis,” he said.

In statistical terms, Syria’s mortality rate increase from 4.4 per thousand in 2010 to 10.9 per thousand in 2015.

The UN high commissioner for human rights – which manages conflict death tolls – stopped counting Syria’s dead in mid-2014, citing lack of access and diminishing confidence in data sources.

The SCPR was based until recently in Damascus and research for this and previous reports was carried out on the ground across Syria. It is careful not to criticise the Syrian government or its allies – Iran, Hezbollah, Russia. And with the exception of Islamic State, it refers only to “armed groups” seeking to overthrow President Bashar al-Assad. But despite the neutral tone the findings are shocking.

In an atmosphere of “coercion, fear and fanaticism”, blackmail, theft and smuggling have supported the continuation of armed conflict so that the Syrian economy has become “a black hole” absorbing “domestic and external resources”.Oil production continues to be an “important financial resource” for Isis and other armed groups, it says.

Consumer prices rose 53% last year. But suffering is unevenly spread. “Prices in conflict zones and besieged areas are much higher than elsewhere in the country and this boosts profit margins for war traders who monopolise the markets of these regions,” it says. Employment conditions and pay have deteriorated and women work less because of security concerns. About 13.8 million Syrians have lost their source of livelihood.

“The common characteristics across all regions are lack of security, the allocation of all resources to the fighting, the creation of violence-related job opportunities and imposition of authority by force.”

The shrinking of the population by 21% helps explain the waves of refugees reaching Turkey and Europe. In all, 45% of the population have been displaced, 6.36 million internally and more than 4 million abroad. Health, education and income standards have all deteriorated sharply. Poverty increased by 85% in 2015 alone.

The report notes that the rest of the world has been slow to wake up to the dimensions of the crisis. “Despite the fact that Syrians have been suffering for … five years, global attention to human rights and dignity for them only intensified when the crisis had a direct impact on the societies of developed countries.”

The conflict “continues to destroy the social and economic fabric of the country with the intensification of international interventions that deepen polarisation among Syrians. Human development, rights and dignity have been comprehensively ruined.”

The report is entitled Confronting Fragmentation. Previous titles in the series track the unfolding of the world’s biggest humanitarian disaster: Syrian Catastrophe, War on Development, Squandering Humanity, and Alienation and Violence.

indonesia focus internationalItalian student found dead in Cairo ‘killed by violent blow to the head’

dunia mengkhawatirkan

Italian student found dead in Cairo ‘killed by violent blow to the head’

Rome investigators who examined body of Giulio Regeni reportedly say he was covered in abrasions and other injuries

Mourners outside the Italian embassy in Cairo
Mourners light candles and lay wreaths in memory of Giulio Regeni outside the Italian embassy in Cairo. Photograph: Amr Nabil/AP

An Italian student found dead in Cairo last week was killed by a violent blow to the base of the head after suffering other fractures, investigators in Rome have reportedly discovered.

Giulio Regeni died when a vertebra in his neck was fractured, according to autopsy results reported by Ansa news agency. The body of the 28-year-old, found on a Cairo road on Wednesday, was also covered in abrasions and other injuries including fractures.

His body reportedly underwent a CAT scan and toxicology tests in an autopsy carried out immediately after its return to Rome on Saturday, Ansa said. Italian authorities have not independently confirmed the coroner’s findings.

A vigil is expected to be held for the PhD student in his home town of Fiumicello, north-east Italy, before his funeral on Tuesday. The return of Regeni’s body to Italy followed a gathering of mourners at the Italian embassy in Cairo, where friends left white gladioli, roses and candles.

Regeni’s disappearance on 25 January, on a day of heightened security as Egypt marked five years since the 2011 uprising, sparked fears that he was killed by Egypt’s security forces. One observer carried a sign reading “Those who killed Giulio are the same murderers who kill Egyptians”.

Giulio Regeni
Pinterest
Giulio Regeni was found dead on a road in Cairo on Wednesday. Photograph: Twitter

The autopsy in Rome followed another examination by Italian investigators in Cairo, at the Italian hospital in the Egyptian capital.

Egypt has promised full cooperation with the Italian team that arrived in the country on Friday, although the Italians do not have access to all of Egypt’s investigation.

“The Italians were not participating in the autopsy report and no one from the Italian consulate was present during the autopsy,” said Shaaban el-Shamy, Egypt’s deputy minister of justice, who added it was standard procedure to not share certain aspects of the investigation.

“The Italian investigators are supposed to collaborate with the security apparatus in charge and with the prosecution but not with the morgue and the autopsy,” he explained. “This is their role to play, they have the right to do their own autopsy after they receive the corpse. They have not contacted the Egyptian morgue or the investigations team for their reports.”

Questions over whether the Egyptian and Italian teams are running two parallel investigations extend into the Giza public prosecutor’s office, which is tasked with maintaining contact with lawyers from the Italian embassy in Cairo. Friends of Regeni, including a German and an Italian national, have been questioned by the office of the Giza public prosecutor, Ahmed Nagy, who emphasised that lawyers from the Italian embassy are given access to the office’s findings. “It is procedure to talk to the lawyers, they have the right to know everything,” he said.